Pelatihan Pengolahan Sampah: Mengubah Sampah Menjadi Faedah
SURYALAYA - Tasikmalaya — Upaya meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan lingkungan terus dilakukan melalui kegiatan edukatif. Salah satunya melalui pelatihan pengolahan sampah bertajuk “Sampah Menjadi Faedah” yang menghadirkan Dewi Nusarini, S.IP., M.Ling, praktisi di bidang pengelolaan sampah.
Dalam pemaparannya, Dewi menjelaskan bahwa langkah pertama dalam pengelolaan sampah adalah memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik perlu dipisahkan agar dapat didaur ulang dengan baik. Ia juga menekankan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seharusnya tidak hanya menjadi tempat penumpukan sampah, tetapi mampu mengolah sampah agar tidak menimbulkan masalah lingkungan.

Peserta juga diperkenalkan dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai paradigma pengelolaan sampah modern, yaitu mengurangi produksi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang sampah menjadi barang yang bermanfaat.
Pada sesi praktik, peserta mempelajari pembuatan eco brick, yaitu botol plastik yang diisi padat dengan sampah plastik. Botol berukuran 600 ml idealnya memiliki berat sekitar 200–250 gram, sedangkan botol 1,5 liter sekitar 500 gram.

Selain itu, peserta juga mempraktikkan pengolahan sampah organik melalui teknik biopori, metode tiga ember bertumpuk untuk menghasilkan pupuk cair dan padat, serta teknik layering kompos dengan menyusun bahan organik secara berlapis.
Pelatihan ini juga mengenalkan pembuatan eco enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi dari bahan organik segar dengan perbandingan 1 bagian gula merah, 3 bagian sisa buah atau sayur, dan 10 bagian air. Cairan ini difermentasi selama sekitar tiga bulan dan memiliki berbagai manfaat bagi lingkungan.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memahami bahwa sampah tidak selalu menjadi masalah, melainkan dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat jika dikelola dengan baik dan bijak.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Pengukuhan Murid Baru MTs Serba Bakti Tahun Pelajaran 2026/2027: Meneguhkan Langkah, Menumbuhkan Harapan, Mengukuhkan Generasi Berprestasi
SURYALAYA - Ada hari-hari yang tidak sekadar menandai pergantian waktu, tetapi menjadi penanda lahirnya sebuah perjalanan baru. Hari ketika seorang anak melangkah meninggalkan gerbang m
Hari Ketiga MATAMUDA 2026/2027: Membentuk Generasi Madrasah yang Sehat, Nasionalis, Peduli Lingkungan, dan Berkarakter
SURYALAYA - Pohon yang kokoh bukan hanya bertumbuh karena akarnya menghunjam ke bumi, tetapi juga karena ia mampu menyesuaikan diri dengan setiap musim yang datang. Demikian pula seoran
Hari Kedua MATAMUDA 2026/2027: Menanamkan Nilai-Nilai Madrasah sebagai Pondasi Karakter Murid
SURYALAYA - Pendidikan sejatinya bukan sekadar mengisi ruang-ruang pikiran dengan pengetahuan, melainkan menanamkan nilai-nilai kehidupan yang akan tumbuh menjadi akhlak dalam setiap la